PEMBELAJARAN 1

Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa mampu menjelaskan kondisi keruangan dan interaksi antarruang di negara-negara ASEAN
2. Siswa mampu engidentifikasi perubahan keruangan di negara-negara ASEAN yang dipengaruhi faktor alam dan manusia
3. Siswa mampu menunjukkan kondisi keruangan dan perubahan ruang di negara-negara ASEAN yang mempengaruhi kehidupan masyarakat bidang ekonomi,sosial, budaya, politik dan pendidikan

Assalamualaikum anak-anak... Selamat bertemu kembali dengan ibu untuk belajar bersama mengenai ASEAN, kalian masih ingat bukan dengan pembelajaran sebelumnya?
Mari kita baca dan pahami materi berikut ini:

      ASEAN

Pengertian ASEAN yang merupakan sebuah akronim dari Association of Souteast Asian Nations adalah Perhimpunan Negara-negara yang Berada dikawasan Asia Tenggara. Organisasi ASEAN yang pada awalnya hanya berjumlah lima negara saja sekarang sudah tumbuh berkembang menjadi 10 negara antara lain Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Myanmar, Laos dan Kamboja dimana lima negara pertama adalah pendirinya.

ASEAN merupakan sebuah organisasi internasional kewilayahan yang begitu besar, jika dijumlahkan secara keseluruhan luas wilayahnya mencapai 1,7 juta mil persegi atau sekitar 4,5 juta kilometer persegi dengan jumlah populasi yang ada didalamnya sekitar setengah milyar orang. ASEAN dibentuk dengan maksud dan tujuan kepentingan negara-negara didalamnya seperti ekonomi, sosial, budaya, dll.

                           Sejarah ASEAN

ASEAN yang merupakan sebuah perhimpunan negara-negara yang berada dikawasan Asia Tenggara ini didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Kota Bangkok, Thailand yang dikenal dengan Deklarasi Bangkok. Deklarasi ini dihadiri oleh lima negara yang disebut juga dengan negara pendiri ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thalaind dan juga Filipina. Wakil-wakil dari ke-5 negara tersebut antara lain Adam Malik (indonesia), Tun Abdul Razak (Malaysia), S. Rajaratnam (Singapura), Thanat Khoman (Thaialand), dan Narciso Ramos (Filipina).

                      Latar Belakang ASEAN

Ada beberapa poin yang menjadi latar belakang terbentuknya ASEAN. Yang paling utama adalah persamaan geografis. Negara-negara ASEAN sama-sama berada di kawasan Asia Tenggara, yang berada di sebelah selatan negara China dan berada di sebelah utara Samudera Hindia dan Benua Australia.

Selain itu juga terdapat persamaan suku bangsa, dimana masyarakat ASEAN memiliki budaya dasar Melayu-Austronesia. Semua negara ASEAN kecuali Thailand juga pernah dijajah oleh bangsa Eropa, sehingga ada persamaan nasib.

Hal lain yang mendasari pembentukan ASEAN sesuai dengan poin yang ada pada tujuan dibentuknya ASEAN di antaranya untuk mempererat kerjasama antar negara-negara di kawasan Asia Tenggara dalam bidang ekonomi, politik, sosial dan budaya. Tujuan ASEAN lain adalah untuk memajukan negara dan meningkatkan perdamaian di tingkat regional.

                           Tujuan ASEAN

ASEAN tersebut memiliki tujuan yang tercantum dalam Deklarasi Bangkok ialah  untuk :

  • Mempercepat pertumbuhan ekonomi, dengan kemajuan sosial serta suatu pengembangan kebudayaan di kawasan tersebut dengan melalui usaha bersama dalam semangat kesamaan dan juga persahabatan untuk dapat memperkokoh landasan sebuah masyarakat bangsa-bangsa
  • Asia Tenggara yang sejahtera dan juga damai;
  • Meningkatkan kerjasama yang aktif dan juga saling membantu dalam masalah-masalah yang menjadi kepentingan bersama bagi anggota ASEAN di bidang-bidang ekonomi, sosial, teknik, ilmu pengetahuan dan juga administrasi;
  • Meningkatkan perdamaian serta juga stabilitas regional dengan jalan menghormati keadilan serta  tertib hukum di dalam hubungan antara negara-negara pada kawasan ini dan juga serta mematuhi prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa;
  • Bekerjasama secara lebih efektif lagi guna untuk meningkatkan pemanfaatan pertanian dan juga industri mereka, memperluas perdagangan serta juga pengkajian masalah-masalah komoditi
  • Memelihara kerjasama yang erat dan juga berguna dengan berbagai organisasi internasional serta regional yang mempunyai tujuan serupa, dan juga untuk menjajagi segala kemungkinan untuk dapat saling bekerjasama secara erat di antara anggota ASEAN sendiri.
  • Saling memberikan bantuan didalam bentuk sarana-sarana pelatihan dan juga penelitian dalam bidang-bidang profesi, teknik , pendidikan,  serta juga administrasi;
  • internasional, dengan memperbaiki sarana-sarana pengangkutan dan juga komunikasi, serta juga meningkatkan taraf hidup rakyat Anggota ASEAN;
  • Memajukan pengkajian mengenai Asia Tenggara;

Adapun perdamaian dan juga stabilitas regional, itu menarik untuk dicatat bahwa sejak awal, belum ada konfrontasi bersenjata antara negara-negara dalam anggota, yang merupakan suatu catatan-layak untuk diingat ialah banyak argumen lama mengenai  perbatasan darat dan laut di wilayah tersebut.

                                 Lambang Asean

Berikut merupakan lambang ASEAN yang masih digunakan sampai sekarang.Lambang Asean ialah simbol yang diresmikan pada bulan Juli Tahun 1997 yang berbarengan dengan diresmikannya Bendera Asean. Walaupun simbol ini sudah ada dari sebelumnya, namun baru digunakan dan diresmikan di Hanoi, Vietnam pada tanggal 8 April 2010 saat pertemuan ke 6 Dewan Koordinasi Asean.

  • Warna Merah mengartikan Semangat Keberanian dan Kedinamisan
  • Warna Putih mengartikan Kesucian
  • Warna Biru mengartikan Perdamaian, Keamanan dan Stabilitas
  • Warna Kuning mengartikan Kekayaan dan Kemakmuran
  • Lingkaran mengartikan sebagai Persatuan dan Kesatuan
  • Ikatan Rumpun Padi mengartikan sebagai bentuk harapan yang terikat dalam persahabatan dan kesetiakawanan sosial

                       Daftar Negara ASEAN

Saat ini ada 10 negara negara ASEAN, tidak termasuk Timor Leste yang masih belum terdaftar resmi sebagai anggota tetap ASEAN.

  1. Indonesia (negara pendiri)
  2. Malaysia (negara pendiri)
  3. Thailand (negara pendiri)
  4. Filipina (negara pendiri)
  5. Singapura (negara pendiri)
  6. Brunei Darussalam (bergabung tahun 1984)
  7. Vietnam (bergabung tahun 1995)
  8. Laos (bergabung tahun 1997)
  9. Myanmar (bergabung tahun 1997)
  10. Kamboja (bergabung tahun 1999)

  Bentuk Kerjasama Negara Asean

Berikut ini merupakan Bentuk Kerjasama Negara Asean.

Kerjasama Politik Keamanan ASEAN

Kerjasama ini ditujukan untuk menciptakan keamanan, stabilitas dan perdamaian khususnya di kawasan dan umumnya di dunia. Kerjasama dalam bidang politik dan keamanan dilakukan menggunakan instrumen politik seperti Kawasan Damai, Bebas Dan Netral (Zone Of Peace, Freedom And Neutrality/ ZOPFAN), Traktat Persahabatan dan Kerjasama (Treaty of Amity and Cooperation /TAC in Southeast Asia),

dan Kawasan Bebas Senjata Nuklir Di Asia Tenggara (Treaty on Southeast Asia Nuclear Weapon-Free Zone/SEANWFZ). Selain ketiga instrumen politik tersebut, terdapat pula forum kerjasama dalam bidang politik dan keamanan yang disebut ASEAN Regional Forum (ARF).


Beberapa kerjasama politik dan keamanan:

  • Traktat Bantuan Hukum Timbal Balik di Bidang Pidana (Treaty on Mutual Legal Assistance in Criminal Matters/MLAT);
  • Konvensi ASEAN tentang Pemberantasan Terorisme (ASEAN Convention on Counter Terrorism/ACCT);
  • Pertemuan para Menteri Pertahanan (Defence Ministers Meeting/ADMM) yang bertujuan untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas kawasan melalui dialog serta kerjasama di bidang pertahanan dan keamanan;
  • Penyelesaian sengketa Laut China Selatan;
  • Kerjasama Pemberantasan kejahatan lintas negara yang mencakup pemberantasan terorisme, perdagangan obat terlarang, pencucian uang, penyelundupan dan perdagangan senjata ringan dan manusia, bajak laut, kejahatan internet dan kejahatan ekonomi internasional;
  • Kerjasama di bidang hukum; bidang imigrasi dan kekonsuleran; serta kelembagaan antar parlemen;

Kerjasama Ekonomi ASEAN

Kerjasama ekonomi ditujukan untuk menghilangkan hambatan-hambatan ekonomi dengan cara saling membuka perekonomian negara-negara anggota dalam menciptakan integrasi ekonomi kawasan. Kerjasama ekonomi mencakup kerjasama-kerjasama di sektor perindustrian, perdagangan, dan pembentukan Kawasan Perdagangan Bebas di ASEAN (AFTA).


Beberapa kerjasama ekonomi adalah:

  1. Kerjasama di sektor industri yang dilakukan melalui Kerjasama Industri ASEAN (ASEAN Industrial Cooperation /AICO);
  2. Kerjasama di sektor perdagangan dilakukan dengan pembentukan Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN (AFTA) melalui pemberlakuan Tarif Efektif Bersama (Common Effective Preferential Tariff – CEPT) antara 5-10% atas dasar produk per produk, baik produk ekspor maupun impor guna menghilangkan kendala perdagangan di antara negara-negara ASEAN;
  3. Perdagangan Bebas dengan Mitra Wicara (Free Trade Agreement/FTA);
  4. Kerjasama di sektor jasa yang meliputi kerjasama di sektor transportasi dan telekomunikasi, pariwisata, dan keuangan;
  5. Kerjasama di sektor komoditi dan sumber daya alam;
  6. Kerjasama di sub-sektor pertanian dan kehutanan;
  7. Kerjasama di sektor energi dan mineral;
  8. Kerjasama di sektor usaha kecil dan menengah; dan
  9. Kerjasama dalam bidang pembangunan.

Kerjasama ASEAN dalam Bidang Sosial Budaya 

Kerjasama ASEAN di bidang sosio budaya dikenal dengan nama ASCC atau ASEAN Socio – Cultural Community. ASCC betujuan untuk memberikan kontribusi dalam mewujudkan komunitas ASEAN yang berorientasi pada individu-individu dan bertanggung jawab secara sosial dengan misi untuk mendapatkan solidaritas dan persatuan antara individu maupum anggota-anggota negara dari ASEAN itu sendiri.


Area kerja sama dari komunitas ini termasuk di dalamnya budaya, seni dan informasi, managemen bencana, pendidikan, lingkungan, pendidikan, buruh, perkembangan desa dan eradikasi kemiskinan, kesejahteraan sosial dan perkembangan sosial, kerja sama jasa para pemuda dan warga sipil.

Visi dan Misi ASEAN Socio – Cultural Community

Untuk menjadi komunitas yang benar-benar berperan penting dalam sosial budaya, ASEAN Socio – Cultural Community memiliki visi dan misi sebagai berikut :

  • Meningkatkan kualitas individu manusia (human development)
  • Meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan sosial
  • Meningkatkan keadilan sosial dan hak asasi manusia
  • Melestarikan dan ikut serta dalam kestabilan lingkungan hiduo
  • Membangun identitas ASEAN
  • Mengurangi tingkat kesenjangan yang ada pada masyarakat negara-negara ASEAN

Mekanisme dan Plaform di bawah ASCC

ASEAN Socio – Cultural Community memiliki beberapa mekanisme dan platfor-platform yang berbeda-beda agar lebih fokus di bidangnya masing-masing. Beberapa bentuk organisasi yang ada di bawah ASEAN Socio – Cultural Community adalah sebagai berikut :

  • ASEAN Women Entrepreneurs Network (AWEN)
  • ASEAN Social Work Consortium (ASWC)
  • Network of Experts on Inclusive Entrepreneurship di ASEAN
  • ASEAN Children Forum (ACF)
  • ASEAN GO-NGO Forum on Social Welfare and Development
  • ASEAN Forum on Rural Development and Poverty Eradication
  • ASEAN+3 Exchange Programme for Village Leaders
  • ASEAN Forum on Migrant Labour (AFML)
  • ASEAN Labour Inspection Conference
  • ASEAN-China Environmental Cooperation Forum
  • ASEAN Forum on Sustainable Consumption and Production
  • ASEAN+3 Field Epidemiology Training Network
  • ASEAN+3 Universal Health Coverage (UHC) Network
  • ASEAN+3 Partnership on Laboratories

Contoh Kerjasama ASEAN dalam Bidang Sosial Budaya

Beberapa contoh konkrit dari adanya kerjasama antara negara-negara ASEAN dalam bidang sosial budaya adalah sebagai berikut :

  • Penanganan narkoba dan solusinya
  • Penanggulanan dampak bencana alam
  • Perlindungan terhadap difabel
  • Acara-acara yang diadakan untuk mewujudkan kesejahteraan sosial
  • Pertukaran pelajar antar negara-negara ASEAN
  • Kegiatan olahraga internasional yang melibatkan seluruh anggota ASEAN (SEA Games)
  • Kerjasama untuk meningkatkan pariwisata
  • Diadakannya kongres pemuda ASEAN
  • Pertukaran acara program televisi ASEAN
  • Misi kebudayaan dan kesenian dengan diadakannya festival lagu ASEAN
  • Tahapan dari Kerjasama ASEAN di Bidang Sosial Budaya di tahun 2017

Dalam implementasinya, Kerjasama ASEAN di Bidang Sosial Budaya meliputi hal yang sangat meluas dan menyeluruh dalam kehidupan kita sehari-hari. Untuk itu, rancangan dan rencana yang tepat dan mendetail sangat diperlukan untuk bisa mendapatkan tujuan dari yang diharapkan. Berikut adalah beberapa gambaran pembagian kerjasama di bidang sosial budaya :

  • Budaya dan Informasi

Hal-hal yang dilakukan untuk bekerjasama di bidang budaya dan informasi pada tahun 2017 adalah dengan diadakannya ASEAN-Republic of Korea Cultural Exchange tahun 2017, Dialog Kebijakan dengan media ASEAN dan sektor informasi, Forum ASEAN-UNESCO dalam menjaga lingkungan di bawah laut.

  • Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga

Dalam bidang pendidkan, kepemudaan dan olahraga ada banyak sekali tahapan-tahapn yang telah dilakukan. Beberapa diantaranya adalah ASEAN Statement on Youth Development Index,Penandatanganan ASEAN University Network (AUN) Charter, First ASEAN Sports Day, Regional Plan of Action to Implement the ASEAN Declaration on Strengthening Education for Outof-School Children and Youth (OOSCY) dan lain-lain

  • Hak-Hak Wanita, Kesetaraan Gender

Hak-hak wanita dan masalah kesetaraan gender juga merupakan bahasan pokok dari kerjasama ASEAN di bidang sosial budaya ini. Hal-hal yang dilakukan dalam sub kategori ini adalah menyusun gender maistreaming strategi sebagai pilar ASCC dan selalu diadakan laporan mengenai hak-hak wanita dan kesetaraan gender.

  • Hak-Hak Anak, Kesejahteraan Sosial, Perkembangan Kelompok yang Kurang Beruntung

Beberapa hal yang dilakukan untuk mewujudkan hak-hak anak, kesejahteraan sosial dan perkembangan kelompok yang kurang beruntung adalah dengan mengadakan konferensi tingkat tinggi untuk membahas perlindungan sosial, diadakannya studi mengenai sistem perlindungan anak di ASEAn, diadakannya studi status partisipasi anak pada ASEAN dan negara-negara anggota, dan juga adanya diskusi mengenai penghapusan kekerasan terhadap anak-anak.

  • Pengurangan Kemiskinan dan Perkembanganan Pedesaan

Untuk mengurangi kemiskinan dan mengembangkan potensi perkembangan pada daerah pedesaan adalah dengan adanya studi regional dalam sosial enterpreneurship di ASEA, adanya studi mengenai keamanan makanan dan harga-harga yang melonjak (khususnya pada kebijakan sosial perlindungan bagi warga miskin) dan juga adanya ASEAN multi-dimensional poverty index (MPI) untuk memantau kuantitas dari warga miskin dan pencarian solusi terhadapnya.

  • Buruh

Untuk melindungi buruh dan peningkatan kesejahteraanya, ASEAN memiliki beberapa instrumen untuk perlindungan dan meningkatkan hak-hak pekerja, mengupayakan perubahan stasus pekerja infomal menjadi pekerja formal dengan jenjang karir yang jelas, diadakannya studi mengenai pekerja wanit pada integrasi ekonomi ASEAN dan diadakannya program yang bernama ASEAN-ILO.

  • Permasalahan Jasa Sipil

Para pemimpin ASEAN jga sudh mendeklarasikan hal-hal yang berkaitan dengan peran jasa warga sipil dalam pencapaian tujuan visi ASEAN di tahun 2025. Dengan demikian, sektor ini merupakan salah satu sektor yang paling penting dalam salah satu pencapaian target jangka panjang ASEAN. Selain itu juga adanya Forum Regional mengenai inovasi-inovasi dalam hal-hal yang berkaitan dengan hal ini. Baca juga perbedaan ekspor dan impor.

  • Lingkungan

Lingkungan adalah bagian yang tidak kalah penting, karena sangat berpengaruh pada kehidupan sehari-hari dan segala jenis aktivitas yang berkaitan dengannya kebanyakan berisi rencana jangka panjang. Beberapa tahapan yang dilakukan untuk perlindungan lingkungan adalah adanya ASEAN-EU proyek mengenai konservasi biodiversity dan juga management wilayah yang dilindungi negara yang bernama BCAMP, adanya laporan berkala mengenai perlindungan lingkungan. ASEAN juga turut serta dalam mensosialisasikan perubahan iklim dan juga bagaimana penanganan bahan-bahan kimia dan juga polusi yang ada, serta masih banyak lagi aktivitas untuk perlindungan lingkungan yang lainnya.

  • Management Bencana Alam dan Bantuan Humanisme

ASEAN memberikan instuksi dan petunjuk secara jelas dalam perlindungan sosial ketika adanya situasi gawat darurat dan juga pada masa-masa recovery. Selain itu, program yang ada dalam sub sektor ini adalah untuk memberikan konferensi regional pada keamanan sekolah dari sisi penanggulangan bencana.ASEAN juga mengadakan simposisum yang bernama APEC Climate Center (APCC) – untuk management bencana alam dan juga adanya hari ASEAN khusus untuk peringatan penanggualan dan management bencana.

  • Kesehatan

Adanya dialog pemuda ASEAN dengan para pemimpinnya termasuk di dalamnya membahas mengenai HIV dan AIDS. Selain itu di tahun 2017 juga diadakan ASEAN breasfeeding forum dan Big Latch pada “Hakab Na 2017”. Yang terakhir adalah adanya konferensi ASEAn mengenai obat-obatan tradisional dengan adanya exibition dan juga presentasi untuk lebih memberikan informasi pada masyarakat luas.

Kesimpulan

ASEAN memiliki kerjasama dalam berbagai bidang, bidang sosial budaya, bidang politik, bidang ekonomi, dan juga bidang kemiliteran. Khususnya ASEAN Socio – Cultural Community sangat berperan dan berkontribusi pada realisasi tujuan ASEAN untuk berorientasi pada perkembangan individu dan bertanggung jawab secara sosial untuk mendapatkan solidaritas dan persatuan diantara masing-masing negara dengan latar belakang yang sama, dengan penuh kepedulian dan kebersamaan, harmoni untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Tujuan pembentukan ASEAN sangat banyak dan diharapkan membantu perkembangan negara-negara anggotanya dalam berbagai bidang. Tujuan dibentuknya ASEAN salah satunya adalah untuk mengadakan kerjasama ASEAN di bidang sosial budaya dan upaya untuk meningkatkan kerjasama antar negara ASEAN ini diperlukan rencana yang sangat mendetail dan dukungan dari banyak pihak

bagaimana kalian masih ingat materinya, sekarang mari kita simak video berikut ini


Waktunya kalian mencoba latihan berikut ini:


Alhamdulilah pembelajaran ke 1 telah selesai, terima kasih 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MATERI PEMBELAJARAN 1